telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

Pemkab Malinau Gelar Lomba TTG 2026 Untuk Mendorong Inovasi Desa Penggerak Ekonomi Lokal

Malinau, KTV – Pemerintah Kabupaten Malinau melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DMPD) menggelar Lomba Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) dan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Berprestasi Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di area parkir samping Kantin PKK Kabupaten Malinau, Kamis (30/7/2026), ini menjadi ajang seleksi inovasi terbaik yang akan mewakili Malinau pada Gelar Inovasi TTG Tingkat Provinsi Kalimantan Utara.

Kepala DMPD Malinau, Jemi, S.H., M.Si., mengatakan penyelenggaraan lomba merupakan implementasi Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 23 Tahun 2017 tentang Pengembangan dan Penerapan Teknologi Tepat Guna dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam Desa. Kegiatan ini juga didukung melalui DPA DMPD Kabupaten Malinau Tahun 2026.

“Melalui lomba ini kami ingin melahirkan inovasi yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat serta mampu mendorong kemandirian dan pertumbuhan ekonomi desa,” ujarnya.

Menurut Kadis Jemi, pengembangan TTG sejalan dengan visi Kabupaten Malinau, yakni mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan menuju daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera berbasis budaya serta kearifan lokal.

Upaya tersebut diperkuat melalui lima program inovasi daerah, yakni Wajib Belajar Malinau Maju, Desa Sarjana Unggul, Petani Sehat, Smart Government, dan Milenial Mandiri.

Dalam pelaksanaannya, DMPD juga menggandeng Politeknik Malinau sebagai mitra akademisi untuk mendukung pengembangan teknologi tepat guna secara berkelanjutan.

Pada lomba tahun ini, enam inovasi alat TTG dipertandingkan, yakni Kompor Listrik Ramah Lingkungan, Pembakar Sampah Bersih Minim Asap (Pas Bersih), Fermentor Blending, Mesin Cacak/Cacah Mixiar Mandiri, Pompa Air Irigasi Tenaga Surya, dan Sakti Tiga Guna.

Sementara kategori Posyantek Desa diikuti Posyantek Desa Kaliamok, Posyantek Desa Malinau Hilir, Posyantek Desa Lubak Manis, Posyantek Malinau Hulu, Posyantek Desa Setulang, dan Posyantek Desa Langap.

Penilaian dilakukan oleh tim juri yang berasal dari unsur OPD terkait, akademisi perguruan tinggi, serta Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Malinau guna menjamin proses penilaian berlangsung objektif.

Menutup sambutannya, Jemi berharap para inovator desa terus mengembangkan karya yang memiliki nilai manfaat dan nilai ekonomi.

“Jadikan teknologi tepat guna sebagai peluang usaha baru di desa sehingga mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Kami juga berharap tim juri dapat memberikan penilaian secara objektif sehingga Malinau dapat kembali melahirkan inovasi terbaik di tingkat provinsi maupun nasional,” pungkasnya. (**)

Related Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top