Roma, KTV – Roberto Mancini memasang ambisi tinggi di periode keduanya melatih Timnas Italia. Ia bertekad kembali memenangi trofi.
Mancini baru saja diperkenalkan sebagai ‘pelatih anyar’ Gli Azzurri pada Rabu (29/7/2026) di Roma. Ia ditunjuk menggantikan Gennaro Gattuso yang mundur pada April lalu usai kalah dari Bosnia-Herzegovina di babak playoff Piala Dunia 2026.
Untuk kedua kalinya, Mancini datang membesut Timnas Italia di saat yang kelam. Pada periode pertamanya, ia menerima tawaran itu usai negeri pizza itu gagal lolos ke Piala Dunia 2018.
Hasilnya pun tak main-main. Ia sukses membawa Italia juara Piala Eropa 2020, bahkan mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam 37 laga beruntun, sebelum dipecahkan Spanyol di Piala Dunia 2026 silam. Namun ia juga meninggalkan noda usai gagal membawa Italia ke Piala Dunia 2022 sebelum mundur pada 2023.
Tiga tahun berselang, Mancini kembali ke posisi lamanya. Namun situasinya lebih buruk karena Italia sudah tiga kali beruntun absen di Piala Dunia.
Meski demikian, kondisi itu tak membuatnya memasang standar rendah. Ia meyakini para pemain Italia punya komposisi untuk bersaing dengan tim-tim kuat lainnya untuk meraih gelar di ajang manapun yang diikuti.
“Pada periode pertama saya (di Timnas Italia), saya melatih di sini lima tahun. Saya sangat bahagia, dalam peran yang saya sukai,” ujar Mancini dalam jumpa pers, dikutip Football Italia.
“Sekarang kami meneken kontrak empat tahun, semoga saya bisa memenangi 1-2 trofi, dan mudah-mudahan bisa tetap bertahan lebih lama, jika memungkinkan,” tegas Mancini.
Selama rentang waktu empat tahun yang diberikan kepada Mancini, Italia akan berlaga di tiga kompetisi, yakni UEFA Nations League, kualifikasi Piala Eropa 2028, dan kualifikasi Piala Dunia 2030.
(adp/mrp)








