Malinau, KTV – Wakil Bupati Malinau Jakaria, S.E., M.Si., mengajak perempuan untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah, khususnya dalam upaya mengatasi kemiskinan, menekan angka stunting, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Sosialisasi Peningkatan Partisipasi Perempuan di Bidang Politik, Hukum, Sosial, dan Ekonomi di ruang pertemuan Hotel MC, Kamis (15/10/2026).
Wabup Jakaria mengatakan, perempuan memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah sekaligus menjadi penggerak kesejahteraan keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Malinau telah menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat, melalui lima program unggulan daerah.
Namun, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Selain itu, Wabup Jakaria mendorong perempuan, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk memanfaatkan peluang usaha serta program pemberdayaan yang tersedia melalui perangkat daerah terkait.
Ia menegaskan, peningkatan kesejahteraan tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah, tetapi juga membutuhkan kemandirian, kreativitas, dan kemauan masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Jakaria juga mengingatkan bahaya judi online dan pinjaman online yang dapat memicu persoalan ekonomi serta mengganggu keharmonisan keluarga.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah telah menerima informasi awal mengenai lebih dari 300 rekening yang diduga berkaitan dengan aktivitas judi online dan pinjaman online. Meski demikian, informasi tersebut masih memerlukan penelusuran dan validasi lebih lanjut.
Untuk itu, ia mengajak perempuan meningkatkan kewaspadaan melalui lingkungan keluarga, termasuk memberikan perhatian dan pengawasan kepada anak-anak serta anggota keluarga yang telah memasuki usia remaja dan dewasa.
“Kami mengingatkan agar Ibu-Ibu turut menyampaikan bahaya judi online dan pinjaman online kepada keluarga serta masyarakat di lingkungan masing-masing. Persoalan ini perlu menjadi perhatian bersama,” pesannya.
Ia berharap sosialisasi ini tidak hanya menjadi forum penyampaian informasi, tetapi juga menghasilkan masukan nyata untuk memperkuat pemberdayaan perempuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (**)








