Sebatik Utara, KTV – Pemerintah Kecamatan Sebatik Utara bersama Puskesmas Sebatik Utara, Pemerintah Desa Seberang, PKK Kecamatan, serta unsur terkait terus memperkuat upaya pendampingan dan penanganan anak yang terkonfirmasi stunting di wilayah Kecamatan Sebatik Utara.
Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan langsung ke kediaman orang tua anak pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 17.00 WITA. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi, motivasi, dan pendampingan kepada orang tua agar bersedia mendapatkan penanganan lebih lanjut melalui rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan.
Dalam kegiatan tersebut, unsur kesehatan dari Puskesmas Sebatik Utara bersama Camat Sebatik Utara beserta jajaran, PKK Kecamatan, Pemerintah Desa Seberang, serta unsur terkait menyampaikan pentingnya penanganan secara optimal terhadap kondisi pertumbuhan dan kesehatan anak.
Namun, orang tua anak menyatakan belum bersedia untuk melakukan rujukan ke RSUD Nunukan dan telah menandatangani surat pernyataan tidak bersedia anaknya dirujuk. Atas keputusan tersebut, pihak Puskesmas dan Kecamatan tetap menghormati keputusan orang tua dengan tetap memastikan pelayanan kesehatan dasar dan pendampingan terhadap anak terus diberikan melalui Puskesmas Sebatik Utara.
Camat Sebatik Utara, Andi Calo, SE., M.A.P, menyampaikan bahwa pemerintah kecamatan bersama Pemerintah Desa Seberang dan Puskesmas akan terus melakukan pendekatan serta pendampingan kepada keluarga.
“Dalam hal ini pihak kecamatan, Pemerintah Desa Seberang dan Puskesmas terus berupaya melakukan pendekatan dan pendampingan. Kita tetap akan melakukan kontrol terhadap anak ini dari Puskesmas, mungkin seminggu dua sampai tiga kali, serta dilakukan pemberian vitamin dan memastikan asupan gizi yang cukup,” ujar Andi Calo.
Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap tumbuh kembang anak akan terus diberikan melalui pemeriksaan kesehatan dan pemantauan kondisi gizi secara berkala.
“Harapan kita semua, anak ini dapat tumbuh sehat, cerdas dan kuat. Pemeriksaan gizi terus kita dorong dan kita berikan perhatian ekstra agar tumbuh kembang anak bisa berlangsung sebagaimana mestinya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Camat Sebatik Utara menyampaikan bahwa meskipun orang tua belum bersedia melakukan rujukan ke RSUD Nunukan, pemerintah tetap berkomitmen memberikan pendampingan secara berkelanjutan. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam memastikan tumbuh kembang serta kondisi kesehatan anak tetap terpantau.
“Kita tetap melakukan pendampingan dan pemantauan. Yang penting bagaimana anak ini tetap mendapatkan pelayanan kesehatan, vitamin, asupan gizi yang cukup, serta pemantauan secara berkala dari petugas kesehatan,” lanjutnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Seberang, Babinsa Desa Seberang, Kepala Puskesmas Sebatik Utara beserta dokter Puskesmas, Kasi Trantib, Kasi Sosial Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat (Sosek & Kesra), Kasi Pemberdayaan Masyarakat (PM) Kecamatan Sebatik Utara, Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Sebatik Utara, serta Pendamping Sosial.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kecamatan Sebatik Utara berharap upaya penanganan stunting dapat terus dilakukan secara persuasif, berkelanjutan, dan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak, sekaligus meningkatkan kesadaran keluarga akan pentingnya pemenuhan gizi dan pemeriksaan kesehatan secara rutin. (**)








