telepon

0552-2033740

handphone

08115396997

email

tvkaltara@gmail.com

Bupati Malinau Minta Camat Serta Kades Ikut Awasi Pelayanan Kesehatan Di Wilayah Tugas

Malinau, KTV – Bupati Malinau Wempi W Mawa, S.E., M.H., meminta seluruh tenaga kesehatan (nakes), khususnya yang bertugas di wilayah terpencil dan terluar, untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dan petugas selalu berada di lokasi penempatan.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat melakukan pertemuan melalui Zoom bersama camat, kepala puskesmas, serta tenaga kesehatan se-Kabupaten Malinau, Kamis (8/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati menanyakan secara langsung kondisi pelayanan kesehatan di setiap wilayah, mulai dari jumlah tenaga kesehatan, ketersediaan dokter, hingga stok obat.

“Saya perlu informasi ini untuk memastikan keadaan di sana. Saya ingin memastikan semua petugas ada di tempatnya,” tegasnya.

Bupati juga meminta kepala desa dan camat ikut mengawasi keberadaan para petugas kesehatan di wilayah masing-masing. Setiap petugas yang hendak meninggalkan lokasi penempatan diminta terlebih dahulu melapor kepada kepala desa maupun camat untuk mendapatkan rekomendasi.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat, terutama di wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan, tidak terganggu.

Bupati menyadari masih terdapat sejumlah kendala dalam pemenuhan tenaga kesehatan, khususnya dokter. Salah satunya karena keterbatasan jumlah dokter yang bersedia ditempatkan di daerah pedalaman.

“Beberapa kali kita membuka rekrutmen, tetapi tidak ada yang mau ditempatkan di daerah kita. Mungkin karena kondisi dan jaraknya yang jauh,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah dokter umum juga mengajukan izin untuk melanjutkan pendidikan dokter spesialis. Pemerintah daerah, kata Bupati Wempi, perlu mempertimbangkan kebutuhan pelayanan kesehatan saat ini sekaligus memberikan kesempatan bagi putra-putri daerah untuk meningkatkan pendidikan.

“Kalau dokter kita cukup, tentu kita dorong untuk melanjutkan pendidikan. Tetapi kalau dokter kita terbatas, kita harus mempertimbangkan kebutuhan prioritas yang memang dibutuhkan daerah,” jelasnya.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut dalam jangka panjang, Bupati mendorong para kepala desa agar mengarahkan putra-putri daerah melalui Program Desa Sarjana memilih bidang kesehatan, khususnya kedokteran.

Ia berharap, generasi muda asal Malinau nantinya dapat kembali dan mengisi kebutuhan tenaga kesehatan di berbagai kecamatan, termasuk wilayah terpencil.

“Usahakan dorong putra-putrinya dari setiap desa untuk memilih jurusan kesehatan, secara khusus kedokteran. Suatu saat nanti merekalah yang membantu penempatan di setiap kecamatan,” katanya.

Bupati juga mengingatkan agar pelayanan kesehatan tidak hanya mengejar ketersediaan petugas, tetapi juga memperhatikan kualitas pelayanan. Ia meminta seluruh tenaga kesehatan menghindari kesalahan dalam memberikan diagnosis maupun obat karena menyangkut keselamatan pasien.

“Jangan sampai terjadi malpraktik, pemberian diagnosis yang salah maupun pemberian obat yang salah. Ini menyangkut keselamatan manusia,” tegasnya.

Di sisi lain, Bupati meminta Dinas Kesehatan bersama seluruh jajaran, termasuk kepala puskesmas dan Rumah Sakit Pratama, terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh menunggu persoalan menjadi viral terlebih dahulu baru melakukan pembenahan.

“Jangan nanti setelah ada pelayanan viral di sana, baru kita memperbaiki kekurangan-kekurangan kita. Usahakan beri yang terbaik,” ujarnya.

Bupati kembali meminta seluruh pihak bersama-sama memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan, terutama di wilayah terjauh dan terluar.

“Kalau masih ada kekurangan, kita sama-sama berjuang untuk melengkapinya. Terutama yang hari ini berada di wilayah terjauh dan terluar, tetap semangat,” pungkasnya. (**)

Related Post

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top