Tanjung Selor, KTV – Lantunan shalawat mengalun di Kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Alkhairaat Tanjung Selor, Ahad (13/9) pagi.
Di tengah suasana khidmat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, satu pesan terasa kuat yakni keberagaman Kalimantan Utara (Kaltara) harus terus dirawat dengan persaudaraan.
Ratusan peserta yang hadir mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat. Peringatan yang digelar Ponpes Alkhairaat Tanjung Selor bersama Pengurus Wilayah (PW) Wanita Islam Alkhairaat Provinsi Kaltara itu mengangkat tema “Rasulullah SAW Inspirasi Teladan Hidup Harmonis dalam Keberagaman Masyarakat Kaltara.”
Tema tersebut bukan sekadar rangkaian kata. Bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, keteladanan Rasulullah SAW menjadi penting untuk terus diingat, terutama di tengah masyarakat Kaltara yang hidup dengan beragam suku, agama dan budaya.
Mewakili Gubernur Kaltara, Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kaltara, Dr. Taufik Hidayat, STP., M.Si., mengajak masyarakat mengambil teladan dari cara Rasulullah membangun hubungan dengan Allah SWT sekaligus dengan sesama manusia.
“Rasulullah mengajarkan kita untuk menjaga hubungan dengan Allah dan juga hubungan dengan sesama,” kata Taufik.
Taufik menegaskan, nilai tersebut menjadi salah satu kunci untuk menjaga kehidupan masyarakat tetap harmonis. Perbedaan yang ada di Kaltara, kata dia, seharusnya tidak menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi justru menjadi kekuatan untuk membangun daerah bersama.
Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terseret fitnah maupun provokasi yang dapat merusak persatuan.
“Jadikan akhlak Rasulullah sebagai contoh dalam kehidupan. Jangan mudah terpengaruh fitnah dan provokasi yang bisa memecah kerukunan,” pesannya.
Suasana Maulid pagi itu juga tidak hanya diisi dengan shalawat dan tausiyah. Para pelajar turut menunjukkan kemampuan mereka dalam berbagai perlombaan. Salah satunya pidato dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.
Sekretaris Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kaltara, Hj. Ince Nelia Iskandar, S.Sos., M.Si., mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada para pelajar untuk tampil dan mengembangkan kemampuan mereka.
“Kita melihat anak-anak tampil dengan kemampuan yang luar biasa. Mereka berani berbicara dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Ini tentu membanggakan,” ujarnya.
Bagi para pelajar, panggung itu menjadi kesempatan untuk belajar percaya diri. Bagi masyarakat yang hadir, penampilan mereka menjadi bagian dari semangat yang ingin dibangun bersama. Generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan, tetapi juga tumbuh dengan nilai agama dan persaudaraan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan shalawat, tausiyah agama, doa bersama, serta peletakan batu pertama pembangunan Ponpes Alkhairaat khusus santriwati.
Dari Alkhairaat pagi itu, pesan tentang Rasulullah SAW kembali menemukan maknanya dalam kehidupan sehari-hari. Bahwa menjaga persatuan tidak selalu dimulai dari hal besar, tetapi dari cara masyarakat saling menghormati, menahan diri dari provokasi, dan memilih hidup berdampingan dalam keberagaman.
Di Bumi Benuanta yang penuh warna, semangat itulah yang diharapkan terus tumbuh, berbeda dalam latar belakang, tetapi tetap berjalan bersama sebagai satu masyarakat Kaltara.
Peringatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi Kaltara, H. Achmad Djufrie, S.E., M.M., Sekda Kabupaten Bulungan, Risdianto, S.Pi., M.Si., Ketua Utama Alkhairaat Al Habib Alwi bin Saggaf Aljufri, Lc., M.A., Pimpinan Ponpes Alkhairaat Tanjung Selor, Al Habib Drs. Mutahar bin Saleh Aljufri, M.A., Ustadz Haikal bin Husen Al Amrie selaku penceramah, unsur Forkopimda Provinsi Kaltara, serta Ketua PW Wanita Islam Alkhairaat Kaltara, Syarifah Aminah Aljufri, S.Pd. (dkisp)








